Minggu, 06 Oktober 2013

PERBEDAAN ORANG SUKSES DAN GAGAL



     “kamu enak udah SUKSES… rumah besar, mobil bagus, usaha mulus.” Begitu komentar seorang sahabat diacara reunian sekolah
“Aku?!” lanjutnya mashgul, “boro-boro mobil, rumah aja masih  ngontrak.”
“bagaimana mungkin kebeli rumah sebesar rumahmu, nah suamiku aja cuma staf biasa, gali lubang tutup lubang setiap bulannya.” Keluhnya lagi
“Mau usaha buat bantu perekonomian keluarga ga mungkin, modal ga ada, anak-anakku masih kecil.” Wah sepertinya aku tak punya kesempatan untuk berbicara, dia terus menceritakan penderitaan demi penderitaan, kesusahan demi kesusahan.

Senin, 30 September 2013

BERJIWA BESAR

    
Kita cenderung menutup diri  untuk menerima  kebenaran dari orang yang kita benci., dari orang yang kurang sempurna dari kita, dari orang yang pernah menyakiti hati kita, dari orang yang pernah mengecewakan  kita, dari orang yang belum dapat memuliakan kita.

Maka tak heran kalau jauuuuh berabad -abad yang lalu kita diingatkan oleh kata-kata bijak dari menantu sekaligus  Sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Tholib "Perhatikanlah apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan."

Memang terasa berat untuk mempraktekkannya, diperlukan kebesaran jiwa untuk bisa LAPANG DADA menerima kebenaran ddari orang-orang yang tidak kita sukai.

yuk berlatih BERJIWA BESAR menerima kebenaran (ilmu) dari siapapun, entah dari musuh Anda, dari mantan pacar Anda yang menyebalkan, Mantan pasangan Anda yang menorehkan luka, atau siapapun:

Rabu, 25 September 2013

CARA MELEPAS PIKIRAN NEGATIF



“jika pikiran negative yang kita tepiskan sedikit, kita akan mendapatkan sedikit kedamaian. Jika pikiran negative yang kita tepiskan cukup banyak, kita akan mendapatkan banyak kedamaian. Jika semua pikiran negative kita tepiskan, maka kita akan mendapatkan kedamaian sepenuhnya.”

          Setiap hari, sepanjang waktu kita dari bangun tidur hingga berangkat tidur lagi kita tak henti-hentinya dibombardir oleh hal-hal negative. Dari mulai media visual, audio  sampai dengan audio visual, sangat rajin menyapa keseharian kita dengan berita-berita yang sarat dengan muatan negative. Belum lagi ungkapan-ungkapan negative dari orang-orang disekitar kita. Mulai dari anak, pasangan hidup, orang tua sampai dengan teman-teman kantor. Bahkan rekan bisnis atapun sopir angkot juga terkadang menumbangkan kata-kata dan sikap negatife.

Selasa, 24 September 2013

RINDU

     Saya menyambar bahu perempuan paruh baya itu, tepat ketika kedua kakinya mendarat di pintu gerbong kereta yang saya tumpangi. Dengan gesit saya membimbingnya duduk ditempat yang saya duduki. ~sudah menjadi hal yang lumrah, fasilitas angkutan umum kereta api saat ini menjadi moda transportasi favorit, mengingat harga tiketnya yang murah, kini juga bersih dan sering, hingga untuk mendapatkan tempat duduk di jam-jam sibuk memang sangat sulit. Diperlukan kegesitan untuk bisa mendapatkan tempat duduk yang nyaman. Maka tak heran jika kita akan melihat pemandangan mengerikan (menurut saya lho), saat penumpang kesulitan turun, karena desakan penumpang naik. Bagi Anda yang belum pernah mengalaminya, boleh juga sesekali naik kereta dijam sibuk, jam berangkat atau pulang kerja, lalu turunlah dipemberhentian akhir, atau satu stasiun sebelum akhir. Amazing deh. Seru. jika Anda dalam posisi sebagai penumpang yang hendak turun, maka dijamin Anda akan segera terdorong oleh kerumunan orang yang berlomba-lomba menaiki gerbong kereta. Pernah suatu kali saya memarahi calon penumpang yang didominasi kaum perempuan, karena mereka tanpa ampun mendorong ibu muda yang sedang kepayahan keluar dengan menggendong putri kecilnya, bisa dibayangkan bagaimana rasanya terjepit begitu banyak penumpang dengan anak kecil dalam gendongan.~

Jumat, 20 September 2013

PELAYAN YANG DIRINDUKAN


Apa yang ada dalam benak Anda ketika membaca judul diatas?
Pembantu rumah tangga anda yang mudik dan tak kembali? bisa jadi..bisa jadi.
Atau OB dikantor Anda yang rajin melayani Anda dengan ramah?
bisa jadi...bisa jadi...
Begitulah, ketika kita menyebutkan kata "PELAYAN" maka kebanyakan orang berpikiran  seorang "PEMBANTU" dan tentu dengan segala atribut "kepembantuannya". Bisa terpikir pembantu dirumah Anda, pembantu dikantor ANda (OB), atau pembantu-pembantu lainnya, termasuk pembantu dosen bukan ya? he he he... itu sih Asisten ya? tapi pembantu juga kaaan? #ngeyeldotcom

Seorang Pelayan memberikan layanan kepada seorang tamu, eksekutor, sang tuan, tokoh atau pemeran utama. Karena ia dianggap bukan penentu segala sesuatu, peranannya cenderung kurang diakui. Tak banyak diberitakan bahkan cenderung dilupakan. Namun Jasanya Justru begitu kentara ketika dirinya tak ada. Aneh ya.......